Melihat yang tak terlihat

Renungan &
Pemikiran Teologis

Melihat, berpikir, dan bergumul dengan perkara-perkara Allah.

Ada begitu banyak hal yang terjadi di sekitar kita setiap saat yang sering kali tidak kita sadari.

Darah mengalir melalui pembuluh darah kita. Udara memenuhi paru-paru kita. Jantung kita berdetak ketika kita tidur. Bumi berputar di bawah kaki kita. Matahari terbit dan terbenam.

Kita tidak melihat sebagian besar hal itu terjadi.

Namun semuanya nyata.

Dan mungkin hal yang sama juga berlaku bagi kenyataan yang paling penting dari semuanya.

Allah sedang bekerja.

↓ Jelajahi renungan

Kehadiran Allah tidak selalu terlihat.

Suara-Nya tidak selalu terdengar. Karya-Nya tidak selalu terlihat jelas. Namun Kitab Suci terus mengingatkan kita bahwa apa yang tidak terlihat bukan berarti tidak nyata.

Ada realitas yang melampaui apa yang dapat dilihat oleh mata dan dirasakan oleh indera kita—realitas di mana Allah hadir, bekerja, menopang, menyatakan diri, menegur, menghibur, dan mengubahkan.

Kadang-kadang kita melihat sekilas realitas itu melalui hal-hal biasa. Kadang melalui Firman-Nya. Kadang melalui ciptaan. Kadang melalui orang lain, penderitaan, percakapan yang tak terduga, saat hening, doa, atau sebuah pertanyaan yang terus tinggal di dalam hati kita.

“Kita hidup karena percaya, bukan karena melihat.”
2 Korintus 5:7

Inilah hal-hal yang sedang saya renungkan.

Renungan untuk berhenti sejenak, melihat lebih dalam, dan memperhatikan apa yang mungkin selama ini terlewatkan. Tulisan-tulisan ini bukan dimaksudkan sebagai tulisan teologi yang definitif. Ini adalah renungan yang lahir dari membaca Firman Allah, memperhatikan ciptaan-Nya, merenungkan karya-Nya di dunia, dan berusaha memahami apa artinya mengikuti-Nya dengan setia dalam kehidupan sehari-hari.

Kadang-kadang, Kitab Suci menjawab pertanyaan yang kita bawa kepadanya. Kadang-kadang, justru Kitab Suci yang mengajukan pertanyaan kepada kita.

Renungan-renungan ini adalah upaya saya untuk memperlambat langkah sejenak dan belajar mendengarkan—membaca kembali kata-kata yang sudah begitu akrab, bergumul dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak selalu saya tahu jawabannya, dan memperhatikan hal-hal yang mungkin selama ini terlewatkan.

Dan mungkin, ketika kita mau berhenti sejenak dan mendengarkan, kita mulai menyadari sesuatu yang sebenarnya sudah ada di sana sejak semula:

Allah hadir di sini.

“Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada.”
Kisah Para Rasul 17:28

Renungan-renungan ini tidak selalu tentang menemukan sesuatu yang baru. Terkadang, renungan adalah tentang belajar melihat sesuatu yang sebenarnya sudah ada di sana.

Berhenti sejenak. Lihat melampaui apa yang dapat kamu lihat. Dan mari kita merenung bersama.

Lanjutkan membaca renungan-renungan ini dalam Bahasa Inggris.