Sebuah Renungan Teologis
Kejadian 1–3
Kebaikan dan Anugerah Allah
Sebelum kita melakukan apa pun bagi Allah, Allah sudah lebih dahulu memberikan.

Apa yang Penciptaan ungkapkan tentang Pencipta?
Ketika kita melambat dan membaca Kejadian 1 dan 2, kita dapat melihat lebih dari sekadar kisah tentang bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi.
Kita juga dapat melihat sesuatu tentang siapa Allah itu.
Sebelum manusia muncul, Allah sudah lebih dahulu mempersiapkan dunia di mana kehidupan dapat berkembang. Ia membawa terang, menetapkan langit, memisahkan air dari daratan kering, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memenuhi laut dan langit dengan makhluk hidup, dan memenuhi daratan.
Allah mempersiapkan. Allah menyediakan. Allah memberkati. Lalu Allah mempercayakan.
Kejadian 1–3 membawa kita melalui sebuah gerakan sederhana: Allah memberi dengan murah hati → Allah menetapkan batas → manusia diajak untuk percaya.

Anugerah yang Kita Lihat dalam Penciptaan
Sebelum manusia meminta, Allah menyediakan. Sebelum manusia bekerja, Allah mempersiapkan. Sebelum manusia melakukan apa pun, Allah memberikan identitas, tujuan, relasi, pemeliharaan, dan istirahat.

Perintah Allah: Pagar Pengaman, Bukan Penjara
Perintah Allah dalam Kejadian 2 dikelilingi oleh kelimpahan. Apa yang berubah ketika kita melihat batasan-Nya sebagai pagar pengaman yang diberikan oleh Sang Pencipta yang baik dan penuh kasih?

Mempercayai Kebaikan Allah
Kejadian 3 mengungkap masalah yang lebih dalam daripada sekadar melanggar sebuah aturan. Ular menantang Adam dan Hawa untuk meragukan kebaikan Allah.
Perjalanan dari Penciptaan menuju Kepercayaan
Dari kebaikan yang kita lihat dalam Penciptaan, kepada batasan bijaksana yang Allah berikan, hingga undangan untuk percaya kepada-Nya bahkan ketika itu sulit.
